Mengenal Perbedaan PLTS On-Grid dan Off-Grid: Mana yang Tepat untuk Anda?

featured-image

Pemanfaatan energi surya semakin berkembang di Indonesia, baik untuk rumah tangga, bisnis, maupun industri. Banyak pengguna mulai mempertimbangkan PLTS sebagai solusi untuk mengurangi penggunaan listrik dari jaringan utama sekaligus memanfaatkan sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Salah satu manfaat utama PLTS adalah membantu mengurangi pemakaian listrik dari jaringan utama, sehingga biaya listrik dapat menjadi lebih efisien.

Namun, sebelum memasang panel surya, calon pengguna perlu memahami jenis sistem yang digunakan. Dua pilihan yang umum adalah PLTS on grid dan PLTS off grid. Keduanya sama-sama menghasilkan listrik dari energi matahari, tetapi memiliki cara kerja, komponen, dan tujuan penggunaan yang berbeda. Memahami perbedaan PLTS on grid dan off grid menjadi langkah penting agar sistem yang dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokasi.

Apa Itu PLTS On-Grid? 

PLTS on grid adalah sistem tenaga surya yang terhubung dengan jaringan listrik PLN. Listrik yang dihasilkan panel surya dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik pada siang hari, sementara jaringan PLN tetap berperan sebagai sumber listrik ketika produksi panel surya tidak mencukupi.

Komponen utama dalam PLTS on grid umumnya meliputi panel surya, inverter on-grid, sistem proteksi, dan meter listrik yang sesuai dengan ketentuan interkoneksi. Keunggulan utama sistem ini adalah biaya investasi yang relatif lebih ekonomis karena tidak memerlukan bank baterai.

Dari sisi keamanan, PLTS on grid umumnya memiliki fitur anti-islanding. Artinya, ketika jaringan PLN mengalami pemadaman, inverter akan menghentikan produksi listrik sehingga sistem tidak terus mengalirkan listrik ke jaringan yang sedang padam.

Perlu diperhatikan bahwa mekanisme ekspor-impor listrik atau net metering untuk PLTS Atap telah mengalami perubahan. Berdasarkan Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2024, kelebihan energi yang disalurkan ke jaringan tidak lagi diperhitungkan sebagai pengurang tagihan listrik pelanggan.

Apa Itu PLTS Off-Grid? 

Berbeda dengan PLTS on grid, PLTS off grid merupakan sistem tenaga surya yang bekerja secara mandiri tanpa terhubung dengan jaringan PLN. Energi listrik yang dihasilkan panel surya dapat digunakan untuk memenuhi beban sekaligus disimpan dalam baterai agar tetap tersedia ketika malam hari atau saat produksi energi matahari rendah.

Komponen utama PLTS off grid terdiri dari panel surya, solar charge controller (SCC), inverter off-grid, dan bank baterai. Karena menggunakan penyimpanan energi, PLTS off grid memiliki biaya investasi awal yang cenderung lebih tinggi dibandingkan sistem on-grid.

Meski demikian, PLTS off grid menawarkan tingkat kemandirian energi yang lebih tinggi. Sistem ini cocok untuk lokasi yang belum terjangkau jaringan listrik atau memiliki keterbatasan pasokan listrik. Pemanfaatan PLTS untuk membantu elektrifikasi wilayah terpencil juga terus didorong pemerintah.

Tabel Perbedaan PLTS On-Grid dan Off-Grid 

Parameter PerbandinganPLTS On-GridPLTS Off-Grid
Koneksi listrik PLNTerhubung dengan jaringan PLNTerpisah dari jaringan PLN
Penggunaan bateraiTidak menggunakan bateraiMenggunakan baterai
Saat listrik PLN padamSistem ikut berhenti demi keamananTetap dapat menyuplai beban sesuai kapasitas baterai
Biaya investasi awalLebih ekonomisLebih tinggi karena membutuhkan baterai
Fokus utamaMengoptimalkan penggunaan energi suryaKemandirian energi untuk lokasi tertentu

Secara sederhana, perbedaan PLTS on grid dan off grid terletak pada hubungan sistem dengan jaringan PLN dan penggunaan baterai. Karena itu, perbedaan PLTS on grid dan off grid perlu dipertimbangkan sejak tahap perencanaan. 

Mana Sistem yang Paling Cocok untuk Anda? 

Pilih PLTS on grid jika lokasi Anda sudah memiliki jaringan PLN yang andal dan tujuan utama pemasangan adalah mengoptimalkan penggunaan energi surya pada siang hari. Sistem ini cocok bagi rumah, bisnis, maupun fasilitas komersial yang ingin beralih ke energi surya dengan investasi awal yang lebih efisien.

Sementara itu, PLTS off grid lebih sesuai untuk lokasi yang belum terjangkau PLN atau membutuhkan sistem kelistrikan mandiri. Dengan baterai, energi dari panel surya dapat disimpan dan digunakan sesuai kebutuhan, termasuk ketika tidak ada sinar matahari.

Pada akhirnya, pilihan terbaik bergantung pada kondisi lokasi, pola konsumsi listrik, kebutuhan energi, serta anggaran investasi. PLTS on grid dan PLTS off grid memiliki keunggulan masing-masing, sehingga tidak ada satu sistem yang cocok untuk semua kebutuhan.

Kesimpulan 

Memahami perbedaan PLTS on grid dan off grid dapat membantu Anda menentukan sistem yang paling sesuai. PLTS on grid lebih cocok untuk penggunaan yang sudah terhubung dengan PLN, sedangkan PLTS off grid menawarkan solusi mandiri untuk lokasi dengan akses listrik terbatas.

Sebelum menentukan pilihan, pastikan kebutuhan energi dan desain sistem dianalisis dengan tepat. Konsultasikan kebutuhan sistem PLTS Anda dengan Solar Depot untuk mendapatkan rekomendasi komponen dan solusi energi surya yang sesuai dengan kebutuhan proyek Anda.