Panduan Lengkap Mounting Panel Surya: Jenis, Fungsi, dan Cara Pilih System Terbaik

featured-image

Dalam instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), panel surya memang menjadi komponen utama penghasil energi. Namun, sistem tidak dapat bekerja dengan optimal tanpa struktur penopang (bracket) yang tepat. Mounting solar panel berperan sebagai komponen pendukung yang menjaga panel tetap terpasang kuat, stabil, dan berada pada posisi yang sesuai.

Selain menopang panel, solar panel mounting system membantu menjaga posisi panel tetap sesuai desain instalasi serta melindunginya dari risiko akibat panas, hujan, kelembapan, dan angin kencang.

Meski panel surya dapat digunakan hingga sekitar 25 tahun atau lebih, daya tahannya juga bergantung pada kualitas mounting panel surya yang digunakan.

Pemilihan mounting panel surya perlu dilakukan secara cermat karena sistem ini dirancang untuk mendukung penggunaan jangka panjang. Solar Depot sendiri menyediakan komponen Balance of System (BoS) untuk membantu memastikan instalasi PLTS tetap aman, rapi, dan andal.

Fungsi Utama Mounting Panel Surya

1. Menopang dan Mengamankan Beban

Fungsi utama mounting solar panel adalah menopang panel agar tetap stabil pada posisi instalasinya. Struktur yang kuat membantu menjaga panel tetap aman dari beban statis maupun tekanan dari lingkungan sekitar.

2. Menjaga Sudut Kemiringan Optimal

Mounting panel surya juga membantu menentukan posisi dan sudut kemiringan panel. Penempatan yang tepat memungkinkan panel menerima paparan sinar matahari secara optimal sesuai desain sistem.

3. Menyediakan Ruang Ventilasi Penyejuk (Airflow)

Sistem solar panel mounting system menciptakan jarak antara panel dan permukaan pemasangan. Ruang tersebut membantu sirkulasi udara di bagian belakang panel sehingga panas dapat dilepas dengan lebih baik.

4. Menahan Beban Angin dan Cuaca

Instalasi outdoor harus menghadapi berbagai kondisi cuaca. Karena itu, mounting solar panel harus dirancang untuk mendukung ketahanan struktur terhadap beban angin dan kondisi lingkungan lainnya. Struktur pemasangan juga perlu menjaga ketahanan bangunan terhadap cuaca dan kelembapan.

Jenis-Jenis Solar Panel Mounting System

  1. Rooftop Mounting (Atap)

    Rooftop mounting merupakan mounting panel surya yang paling umum digunakan pada rumah, gedung komersial, dan fasilitas industri. Sistem ini dapat disesuaikan dengan jenis atap, seperti genteng, metal atau spandek, serta dak beton.
  2. Ground Mounting (Lahan Tanah)

    Ground mounting digunakan untuk memasang panel di atas permukaan tanah. Jenis solar panel mounting system ini cocok untuk proyek skala besar yang memiliki area lahan memadai.
  3. Pole Mounting (Tiang Standalone)

    Pole mounting menggunakan tiang sebagai struktur penopang panel. Sistem ini sering digunakan pada lokasi terisolasi, termasuk aplikasi seperti lampu jalan/Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS).
  4. Carport atau Canopy Mounting

    Jenis mounting solar panel ini memanfaatkan struktur area parkir atau kanopi sebagai lokasi pemasangan panel. Selain menghasilkan energi, area tersebut tetap dapat digunakan sebagai pelindung kendaraan.

Faktor Penting dalam Memilih Mounting Solar Panel

  1. Material anti korosi.

    Pilih mounting panel surya dengan material yang tahan terhadap penggunaan outdoor, seperti aluminium alloy atau baja dengan perlindungan terhadap korosi.
  2. Kemudahan instalasi.

    Sistem modular dengan komponen seperti rail, mid clamp, dan end clamp dapat membantu proses pemasangan menjadi lebih presisi dan efisien.
  3. Kompatibilitas dengan atap.

    Setiap solar panel mounting system harus disesuaikan dengan jenis struktur pemasangan agar tidak merusak atap atau meningkatkan risiko kebocoran.
  4. Daya tahan dan spesifikasi teknis.

    Pastikan mounting solar panel memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan proyek, termasuk ketahanan terhadap beban angin, hujan, salju, dan kondisi lingkungan lainnya.

Sebagai contoh, produk mounting SoEasy yang tersedia di Solar Depot menggunakan material AL6005-T5 dan SUS304 serta memiliki spesifikasi wind load hingga 45 m/s. Sistemnya juga dirancang untuk berbagai orientasi panel dan sudut kemiringan.

Risiko Menggunakan Mounting Panel Surya Rakitan Seadanya

Menggunakan mounting panel surya yang dirakit tanpa standar dan perhitungan yang tepat dapat meningkatkan berbagai risiko pada instalasi PLTS. Resiko-resiko yang perlu diperhatikan yaitu:

  1. Potensi Korosi dan Karat

Material yang tidak memiliki perlindungan terhadap korosi dapat lebih cepat mengalami karat akibat paparan hujan, panas, dan kelembapan. Kondisi ini dapat menurunkan kekuatan mounting solar panel secara bertahap.

  1. Risiko Kebocoran Atap

Teknik pemasangan yang tidak tepat berpotensi merusak bagian atap atau menciptakan celah pada titik pemasangan. Jika tidak menggunakan sistem yang sesuai, risiko kebocoran dapat meningkat, terutama saat hujan.

  1. Risiko Kerusakan Panel Surya

Klem atau pengikat yang longgar dapat membuat panel kurang stabil. Saat terjadi angin kencang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko panel bergeser, retak, atau bahkan terlepas dari struktur solar panel mounting system.

Kesimpulan

Pemilihan mounting solar panel bukan hanya soal menopang panel, tetapi juga berkaitan dengan keamanan, kestabilan, dan ketahanan sistem dalam jangka panjang. Dengan memilih mounting panel surya yang sesuai dengan jenis atap, kondisi lingkungan, dan kebutuhan proyek, instalasi PLTS dapat memiliki struktur yang lebih aman dan andal.

Butuh mounting solar panel berkualitas untuk proyek residensial, komersial, maupun industri? Dapatkan pilihan komponen PLTS dan Balance of System yang sesuai kebutuhan proyek Anda bersama Solar Depot. Tim kami siap membantu merekomendasikan solusi solar panel mounting system yang tepat, presisi, dan tahan lama.